
Pada hakikatnya kerjasama antar perguruan tinggi merupakan upaya memecahkan isolasi institusional yang dihadapi perguruan tinggi, baik pada level lokal, nasional, regional, maupun internasional, terutama dalam upaya peningkatan mutu akademik dalam rangka peningkatan dan pengembangan kualitas serta pengembangan institusional sebuah perguruan tinggi secara keseluruhan. Sebuah peluang kerja sama yang sangat baik bagi Universitas Kanjuruhan Malang (Unikan) datang dari Universiti Sains Malaysia (USM).. Perguruan Tinggi yang memiliki jumlah mahasiswa terbesar di Malaysia ini beberapa waktu lalu (12/9) mengunjungi kampus Kanjuruhan untuk menjajagi sebuah kerjasama. Bertempat di ruang rektor, delegasi USM yang diketuai oleh Prof. Madya Ismail Baba (Dekan Pusat Pengajian Sains Kemasyarakatan USM), serta Azlinda Asman (Bagian Rancangan Kerja Sosial Pusat Pengajian Kemasyarakatan USM) mengadakan pembicaraan dengan para pembantu rector Unikan yaitu, Pembantu Rektor Bidang Kerjasama dan Infokom, Dr. Bambang Warsito, M.Si., Pembantu Rektor Bidang Akademik, Dr. Ir. Tries Edy W., Pembantu Rektor Bidang Administrasi Umum, Drs. Purwito Adi, M.Pd., serta Ketua Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Universitas, Prof. Dr. Tauchid Noor. Dalam pertemuan tersebut disepakati beberapa point kerjasama yang nantinya akan di tindaklanjuti dengan penandatanganan MOU antara ke dua institusi pendidikan tersebut. Dr. Bambang Warsito M.Si selaku penanggung jawab Kerjasama dan Infokom berujar, ``Kerjasama ini merupakan upaya untuk membangun kemitraan antar institusi dalam rangka meningkatkan kualitas Universitas seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kita akan mengupayakan kerjasama ini dalam bentuk afiliasi atau bantuan tenaga ahli, lembaga kajian, beasiswa atau bantuan sarana dan prasarana belajar mengajar``. Lebih jauh diterangkan bahwa menjelang ditandatanganinya MOU tersebut, maka sejak tanggal 18-24 November 2009 ketua LP2U, Prof. Dr. Tauchid Noor, berada di USM untuk merumuskan bentuk-bentuk kerjasama seperti yang telah disebutkan. ``Pada prinsipnya kerjasama seperti ini harus juga berpedoman pada visi dan misi perguruan tinggi, keterkaitan (relevansi), kegunaan, dan efisiensi. Dengan demikian dapat memperluas kesempatan civitas academica mengembangkan prestasi akademik dan profesionalisme melalui kerjasama dengan instansi mitra sekaligus akan diperoleh manfaat ekonomis akibat pemanfaatan bersama berbagai sumber daya dan fasilitas yang ada, imbuh Pembantu Rektor yang juga praktisi bisnis tersebut mengakhiri wawancara.